Guru SD Menjadi Korban Pembobolan ATM
Korban pembobolan rekeing melaui anjungan tunai mandiri terus bertambah. Di Kediri seorang guru Sekolah Dasar (SD) kehilangan uang tunai sebesar Rp 8 juta didalam rekening Bank BRI nya.
Korban adalah Solikah, guru SD Negeri Manyaran, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. Korban melapor ke Polresta Kediri setelah mengetahui uang tunjangan profesi dari sertifikasi itu amblas dan melihat maraknya pemberitaan mengenai korban pembobolan ATM.
Padahal menurut Solikah, uang yang sudah ditunggu selama 6 bulan itu akan digunakan untuk menambah kebutuhan sehari-hari. Korban mengetahui uangnya hilang saat hendak menyecek saldo yang berada di rekening tabungan Britama BRI
Dalam pemeriksaan di kepolisian, kejadian ini baru diketahui pada tanggal 23 Desember 2009 lalu sedangkan aksi pembobolan sendiri terjadi pada 19 dan 20 Desember 2009.
"Saldo yang seharusnya masih tersisa Rp 8,5 juta, namun setelah saya diambil sebesar Rp 1 juta, ternyata hanya tinggal Rp 500 ribu," ungkap Solikah, Selasa (26/1/2010)
Lanjut Solikah, karena merasa tidak pernah mengambil kemudian ia bertanya kepada� petugas BRI. Setelah dilakukan pengecekan dan dilakukan print out buku tabungan telah terjadi pengambilan tunai melalui ATM di HOS Cokroaminoto dan di Pasar Mritjan pada tanggal 19 dan 20 desember tahun 2009 yang total nilainya sebesar Rp 8 juta
Menanggapi keluhan nasabahnya, Andry Tjandra, selaku Asisten Manager BRI Cabang Kediri malah menilai korban ceroboh, sehingga kemungkinan ada orang lain yang sengaja menggunakan kartu ATM nya.
Ini berbeda dengan keterangan Solikah yang mengaku selama ini ATM selau dalam keadaan tersimpan dan tidak ada satupun orang yang tahu nomer PNI nya selain dirinya. Solikah berharap pihak Bank BRI dapat menggantikan uangnya yang telah hilang seperti korban-korban pembobolan ATM lainnya
sumber : Klik Disini
|